Monday, January 13, 2025

Tantangan Baru Pendidikan di Indonesia Saat Pandemi COVID-19

Tantangan Baru Pendidikan di Indonesia Saat Pandemi COVID-19

27 Apr 2020

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai wabah penyakit global (pandemic). Pemerintah Indonesia berupaya untuk meminimalisir penyebaran penyakit ini dengan belajar, beribadah, dan bekerja di rumah serta menetapkan kebijakan social distancing di tengah pandemi ini. Wabah ini juga menjadikan tantangan bagi aspek pendidikan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Nadiem Makarim menyetujui kebijakan pemerintah dan meluncurkan kebijakan pendidikan untuk kelanjutan pendidikan di Indonesia saat pandemi ini. Dengan adanya kebijakan yang ditetapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai kelanjutan pendidikan di tengah pandemi ini, sekolah-sekolah dan universitas baik negeri maupun swasta bersama-sama melakukan kebijakan tersebut.

Namun, masih banyak sekolah dan universitas di Indonesia masih gagap mengikuti kebijakan tersebut. Kebijakan ini menciptakan tantangan baru bagi Pendidikan di Indonesia saat pandemi ini. Banyak pendidik yang tidak siap untuk melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh (learn from home). Sistem daring (dalam jaringan) menjadi adaptasi yang dilakukan dalam pendidikan di tengah pandemi ini.

Sistem daring dalam pembelajaran sendiri merupakan komunikasi dalam penyampaian dan penerimaan ide, materi, pikiran, serta konsep mengenai pelajaran yang diberikan kepada peserta didik melalui jaringan internet secara kontak tidak langsung. Pembelajaran daring ini tentunya memiliki dampak positif yakni sebagai upaya mengejar ketertinggalan teknologi akibat perubahan zaman. Metode ini sebenarnya sudah banyak digunakan oleh negara-negara maju.

Namun, dalam pelaksanaannya terdapat hal-hal yang menghambat pembelajaran daring di Indonesia. Pertama, terdapatnya ketimpangan teknologi di kota besar dan desa-desa terpencil yang akses internetnya masih kurang. Kedua, tidak semua pendidik dan peserta didik memiliki alat komunikasi baik telepon seluler, laptop, dan komputer. Ketiga, keterbatasan jaringan dan biaya internet yang cukup mahal bagi kalangan menengah ke bawah. Keempat, kurangnya hubungan yang teratur antara pendidik, peserta didik, dan orang tua dalam pembelajaran daring, sehingga masih terdapat kesalahpahaman. Padahal peserta didik di rumah bukan sedang libur, melainkan belajar dari rumah. 

Tentu hal ini merupakan tantangan bagi pendidikan di Indonesia, baik tantangan untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua. Bagi pendidik tentu ia harus belajar lebih cepat bagaimana sistem daring ini akan berlangsung baik dalam memberi materi, penyampaian ilmu, dan mendidik peserta didiknya. Bagi siswa tentu hal ini menuntut adanya kreativitas baru yakni mengatur waktu dalam belajar saat pandemi. Belajar daring didalamnya terdapat berbagai kendala, mulai dari tidak adanya telepon seluler, laptop, dan komputer bagi orang yang kurang mampu. Akses internet memiliki peranan penting untuk mengakses dalam penyampaian materi dan menerima didikan dari pendidik. 

Hal tersebut juga memiliki tantangan bagi desa-desa terpencil yang jaringan internetnya masih belum maksimal. Bagi orang tua juga merupakan tantangan baru karena di rumah mengajari anaknya sekaligus bekerja dari rumah. Tentu hal tersebut menyita waktu dan tenaga lebih bagi para orang tua. Namun, terlepas dari tantangan-tantangan tersebut pendidikan di Indonesia mulai menyadari bahwasannya pendidikan kita masih jauh dari negara-negara lain dalam mendukung pembelajaran jarak jauh ini dengan sistem daring. 

Selain hal tersebut, terdapat pemberian tugas yang menjadi media pendukung dalam menjalankan kebijakan pembelajaran jarak jauh ini. Pemberian tugas mengakibatkan banyaknya keluhan dari peserta didik mulai dari tugas yang lebih banyak diberikan saat daring dibanding saat pembelajaran di kelas atau langsung. Alangkah baiknya jika pendidik mengajarkan dan membimbing peserta didik dalam memahami sebuah pelajaran atau materi, dibandingkan dengan pemberian tugas tanpa adanya proses mengajar dan membimbing. Salah satunya adalah dengan menggunakan video, misalnya guru menjelaskan pembelajaran dengan direkam setelah selesai maka guru mengirimkan video pembelajaran tersebut melalui media sosial atau aplikasi belajar. Pendidik juga memberi tugas yang tidak sesuai dengan kemampuan peserta didiknya. Baik dari segi waktu pengumpulan, materi yang diberikan, dan pemberian ilmu dari pendidik tersebut. Tentu seharusnya pendidik memahami akan psikologi peserta didik saat pembelajaran daring ini. Semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga pembelajaran bisa berlangsung dengan baik dan efektif seperti semula. Tetap semangat karena COVID-19 ini bukan halangan dalam menuntut ilmu.


 

Wednesday, November 6, 2019

Dasar Bahasa Pemograman Borland C++ bagian 2


Pada bagian kedua kali ini kita akan membahas tentang cout, #include <iostream.h>, clrscr();, dan komentar. Mari simak penjelasannya dibawah ini:

Selanjutnya, kita akan tahu lebih lanjut dengan mengenal cout. Apa itu cout?
Pengenal cout (baca : c out) merupakan objek dalam C++ yang digunakan untuk mengarahkan data ke standar output (layar). Tanda << (dua tanda kurang dari) adalah operator “peletakan/penyisipan” untuk mengarahkan operand (data) yang berada di sebelah kanannya pada objek yang terletak di sebelah kirinya.
cout<<"Ayo belajar bahasa C++\n";
Pada contoh  di atas “Ayo belajar bahasa C++\n” diarahkan ke cout, yang memberikan hasil berupa tampilan string tersebut ke layar. \ n adalah karakter pindah baris (new line).

Berikutnya ada #include <iostream.h>
#include <iostream.h> menginstruksikan kepada kompiler untuk menyisipkan file iostream.h pada saat program dikompilasi tanpa diakhiri titik koma. File iostream.h perlu disertakan pada program yang melibatkan cout. Tanpa #include <iostream.h> akan terjadi kesalahan saat program dikompilasi. Sebab file iostream.h berisi deklarasi yang diperlukan oleh cout dan berbagai objek yang berhubungan dengan operasi masukan–keluaran.

Lalu, ada clrscr(); dimana merupakan pernyataan yang diperlukan untuk menghapus layar. Apabila menggunakan pernyataan ini maka harus disertakan file header conio.h.

Selanjutnya ada Komentar. Untuk apa komentar?
Komentar diperlukan untuk menjelaskan mengenai program atau bagian-bagian dalam program. Isi penjelasan berupa:
1. Tujuan/fungsi program
2. Saat program dibuat/direvisi
3. Keterangan-keterangan lain tentang kegunaan sejumlah pernyataan dalam program.
Tanda awal komentar dalam program C++ ada dua cara:
1. Diawali tanda // (dua tanda garis miring)
2. Semua tulisan setelah tanda // dianggap sebagai komentar dan tidak akan dieksekusi oleh C++.



Dasar Bahasa Pemograman Borland C++ bagian 1

Halo, perkenalkan nama saya Iqbal. Kesempatan kali ini kita akan membahas tentang "Dasar Bahasa Pemograman Borland C++". Pada hal ini kita menggunakan Borland C++ 5.02 yang bisa kalian unduh pada situs-situs di internet.

Pertama, kita akan mengetahui proses kompilasi. Program C++ ditulis dengan ekstensi .cpp. Agar program dapat dieksekusi, program harus dikompilasi dahulu menggunakan compiler C++. Proses kompilasi file sumber (.cpp) bersama dengan file-file header (.h) akan diterjemahkan oleh kompiler C++ menjadi kode objek (.obj). File objek ini dalam format biner (berkode 0 dan 1). Selanjutnya, file objek bersama file objek lain serta file pustaka (.lib) dikaitkan menjadi satu oleh linker. Hasilnya adalah file Executable.

Kedua adalah struktur program C++ yang dibahas dibawah ini:

#include <nama_file>
void main()
{
<blok_pernyataan>
}

Penjelasannya : 
  • #include adalah pengarah praprosesor yang berfungsi menginstruksikan kepada kompiler untuk menyisikan file lain saat program dikompilasi. Biasanya file-file yang disisipkan adalah filefile header.
  • void didepan main() dipakai untuk menyatakan bahwa fungsi main() tidak memiliki nilai balik.
  • main() menjadi awal dan akhir eksekusi program C++, sehingga sebuah program dalam C++ mengandung sebuah fungsi main().
  • Tanda () digunakan untuk mengapit argumen fungsi, yaitu nilai yang akan dilewatkan ke fungsi.


Pengertiannya :
  1. Main adalah nama judul fungsi
  2. { adalah awal tubuh fungsi/awal eksekusi program dan tubuh fungsi/blok
  3. } adalah akhir tubuh fungsi/akhir eksekusi program
Ketiga, Blok Pernyataan adalah sesuatu kesatuan pernyataan yang ada di dalam tanda kurung kurawal ( {} )

Blok Pernyataan

#include <iostream.h>
#include <conio.h> 
void main() 
{
     clrscr(); //membersihkan layar 
     cout << "Ayo kita belajar bahasa pemograman C++\n"; 
     getch(); 
}

Cukup sampai disini dulu, selanjutnya akan dibahas pada kesempatan berikutnya di bagian 2.

Iqbal
00:04 WIB pada Kamis, 7 November 2019


Tantangan Baru Pendidikan di Indonesia Saat Pandemi COVID-19

Tantangan Baru Pendidikan di Indonesia Saat Pandemi COVID-19 27 Apr 2020 Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai wabah penya...